Dolar, Yen Menguat Pada Perdagangan Yang Masih Ada, Pasar Negara Berkembang Khawatir

Dolar dan yen menguat pada Selasa karena investor menaikkan aset safe haven di tengah ketegangan di sekitar perdagangan global dan ketegangan di mata uang negara berkembang.

Ketakutan akan sebuah pukulan terhadap pertumbuhan global dari kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat Donald Trump ‘America First’ telah mempertahankan pasar dalam keadaan kecemasan yang meningkat untuk sebagian besar tahun ini.

Pada hari Sabtu, Trump mengatakan tidak perlu untuk menjaga Kanada dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dan memperingatkan Kongres untuk tidak ikut campur dalam pembicaraan untuk merubah NAFTA atau dia akan mengakhiri perjanjian perdagangan trilateral.

“Tampaknya dolar, dibantu oleh kenaikan suku bunga, dan yen, mata uang haven yang khas, didukung oleh kebingungan di seluruh dunia,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang (DXY) adalah 0,1 persen lebih tinggi pada 95,236 pada 0115 GMT, mendekati level tertinggi sejak 27 Agustus.

Status dolar sebagai mata uang cadangan dunia cenderung menarik tawaran safe haven pada saat gejolak pasar dan ketegangan politik.

Euro (EUR =) turun 0,15 persen pada $ 1,1600. Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan pertumbuhan manufaktur zona euro melambat ke level terendah dua tahun pada Agustus karena optimisme berkurang karena ancaman perang perdagangan global yang masih ada.

Survei serupa di Asia menunjukkan negara-negara pengekspor utama di kawasan itu mengalami tekanan dari meningkatnya friksi perdagangan global.

Yen naik 0,05 persen menjadi 111,05 yen. Itu juga lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya, termasuk euro, naik sekitar seperlima persen menjadi 128,80 yen (EURJPY =).

Investor tetap di atas ructions di pasar negara berkembang. Mata uang termasuk peso Argentina, lira Turki, Rand Afrika Selatan, real Brasil, rupiah Indonesia dan rupee India telah menderita dalam beberapa pekan terakhir.

“Jika kebingungan pasar berkembang luas menyebabkan penurunan prospek ekonomi global, itu negatif untuk negara-negara pengekspor sumber daya dan mata uang mereka, seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru, padahal itu harus menjadi faktor pendukung untuk dolar dan yen , “Kata Yamamoto Mizuho.

Dolar Australia turun sekitar 0,25 persen menjadi $ 0,71935 sebelumnya pada hari Selasa, tidak jauh dari terendah 20-bulan $ 0,71655 yang disentuh selama sesi sebelumnya.

Yen menguat sekitar 0,3 persen terhadap Aussie menjadi 79,89 yen (AUDJPY).

Reserve Bank of Australia mengadakan pertemuan kebijakan September pada hari Selasa dan dianggap pasti untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah 1,5 persen.

———————————————————————————————————————————————————————————————-
Broker STP PT. Cerdas Indonesia Berjangka merupakan sebuah perusahaan Broker pertama di Indonesia sebagai pelopor sistem “Straight Through Processing” atau STP dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perdagangan derivatif terdapat transaksi dua arah, yaitu posisi jual dan posisi beli. Dimana pelaku pasar memperoleh dua keuntungan dari dua posisi tersebut. Dalam hal ini, PT. Cerdas Indonesia Berjangka bekerja sama dengan pedagang yang memiliki hubungan langsung ke pasar finansial

Author: pintar forex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *