Jepang Memudahkan Subsidi Tenaga Surya

Broker Forex STP Indonesia
Broker Forex STP Indonesia

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melonggarkan persyaratan untuk memotong subsidi tenaga surya untuk proyek-proyek yang belum memulai operasi setelah ditentang oleh produsen listrik dan perusahaan lain.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) pada bulan Oktober telah mengusulkan bahwa perusahaan memberikan izin untuk proyek tenaga surya antara tahun fiskal 2012 dan 2014 di bawah apa yang disebut sistem Feed-In-Tariffs (FIT) yang menjamin harga listrik minimum menyerahkan aplikasi pada Maret 2019 untuk terhubung ke jaringan.

Namun proposal tersebut telah membuat marah para produsen dan investor listrik yang mengatakan pemotongan akan merusak profitabilitas mereka dan melanggar kesepakatan sebelumnya.

Setelah oposisi, METI pada hari Rabu mengatakan akan menunda batas waktu untuk pengajuan aplikasi untuk setidaknya 2 proyek megawatt hingga akhir September. Batas waktu untuk memulai operasi juga tertunda selama enam bulan hingga akhir September 2020.

Perusahaan yang melewatkan tenggat waktu akan melihat jaminan harga mereka di bawah tarif 32 hingga 40 yen ($ 0,28 hingga $ 0,36) per kilowatt hour (kWh) turun menjadi 21 yen per kWh.

Perkiraan METI menunjukkan pemotongan subsidi dapat mempengaruhi 23,5 gigawatt kapasitas matahari, atau hampir 44 persen dari jumlah yang disetujui pemerintah dalam periode tiga tahun setelah skema FIT dibuat pada 2012.

METI mengatakan pemotongan diperlukan untuk mengurangi beban publik dari subsidi FIT, yang ditambahkan ke tagihan konsumen.

Pada saat yang sama, METI sepertinya tidak senang dengan jumlah izin yang tidak terisi. Data dari kementerian menunjukkan 23 persen dari total kapasitas yang disetujui pada tahun fiskal 2012 tidak beroperasi, dengan 49 persen disetujui pada tahun 2013 dan 59 persen disetujui pada tahun 2014 juga tidak beroperasi.

Jepang memperkenalkan skema FIT untuk memacu perkembangan tenaga surya untuk mengisi kesenjangan daya setelah negara itu menutup pembangkit listrik tenaga nuklirnya setelah bencana Fukushima 2011.

Baca juga berita lainnya di: http://www.pintarforex.com

untuk info lebih lanjut hubungi: +62811837700


Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka merupakan sebuah Broker Forex pertama di Indonesia sebagai pelopor sistem “Straight Through Processing” atau STP dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perdagangan derivatif terdapat transaksi dua arah, yaitu posisi jual dan posisi beli. Dimana pelaku pasar memperoleh dua keuntungan dari dua posisi tersebut. Dalam hal ini, Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka bekerja sama dengan pedagang yang memiliki hubungan langsung ke pasar finansial

Author: pintar forex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *