Apa Itu Oversold?

Broker Forex STP Indonesia
Broker Forex STP Indonesia

Oversold adalah istilah yang banyak digunakan yang mengacu pada keamanan yang diyakini oleh para pedagang dan analis adalah perdagangan di bawah nilai sebenarnya. Istilah ini umumnya menggambarkan pergerakan jangka pendek dalam harga saham daripada kondisi jangka panjang.

Membahas Oversold

Saham Oversold adalah saham yang menurut para analis diperdagangkan di bawah nilai sebenarnya. Ini bisa merupakan hasil dari berita buruk mengenai perusahaan yang bersangkutan, industrinya atau pasar keseluruhan. Apa pun masalahnya, oversold stock telah menjadi korban dari reaksi berlebihan di antara investor dan pasokan saham telah melebihi permintaan. Investor umumnya memiliki persepsi salah bahwa ini hanya terjadi pada perusahaan yang lebih kecil dan kurang dikenal. Penelitian telah menunjukkan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar juga mengalami overselling tetapi cenderung pulih lebih cepat daripada rekan-rekan mereka yang lebih kecil.

Secara tradisional, indikator standar dari nilai saham adalah rasio harga-pendapatan (P / E). Analis dan perusahaan telah menggunakan hasil yang dilaporkan secara publik atau perkiraan pendapatan untuk mengidentifikasi harga yang sesuai untuk saham tertentu. Jika P / E saham turun di bawah sektornya atau indeks yang relevan, investor dapat melihatnya sebagai undervalued dan sebagai peluang pembelian cerdas untuk investasi jangka panjang. Munculnya analisis teknis telah memungkinkan pedagang untuk fokus pada indikator saham yang mereka anggap undervalued pada kerangka waktu yang jauh lebih sempit. Pedagang merujuk pada sekuritas seperti yang kurang terjual.

Alat Analisis Untuk Mengidentifikasi Oversold

Analisis teknis telah memberi pedagang alat yang semakin canggih untuk mengidentifikasi stok oversold. Stochastic oscillator George Lane, yang ia kembangkan pada 1950-an, memeriksa pergerakan harga baru-baru ini untuk mengidentifikasi perubahan segera dalam momentum dan tren harga saham. Ini meletakkan dasar untuk indikator teknis yang telah menjadi indikator utama dari saham oversold, indeks kekuatan relatif (RSI). RSI mengukur kekuatan di balik pergerakan harga selama periode terakhir, biasanya 14 hari, menggunakan rumus berikut:

RSI = 100 – 100 / (1 + RS)

RS mewakili rasio rata-rata gerakan ke atas terhadap gerakan ke bawah selama periode waktu tertentu. RSI rendah, umumnya di bawah 30, menandakan pedagang bahwa suatu saham mungkin oversold dan bahwa pasar harus memperbaiki dengan tekanan ke atas dalam waktu dekat. Banyak pedagang menggunakan saluran penetapan harga seperti Bollinger Bands untuk mengonfirmasi sinyal yang dihasilkan RSI. Pada grafik, Bollinger Bands terletak pada satu standar deviasi di atas dan di bawah rata-rata bergerak eksponensial dari harga terakhir sebuah saham. Analis yang mengidentifikasi saham dengan RSI rendah dan harga yang merayap menuju ujung bawah Bollinger Band ke bawah kemungkinan akan menganggapnya oversold.


Baca juga berita lainnya di: http://www.pintarforex.com

untuk info lebih lanjut hubungi: +62811837700


Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka merupakan sebuah Broker Forex pertama di Indonesia sebagai pelopor sistem “Straight Through Processing” atau STP dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Pada perdagangan derivatif terdapat transaksi dua arah, yaitu posisi jual dan posisi beli. Dimana pelaku pasar memperoleh dua keuntungan dari dua posisi tersebut. Dalam hal ini, Broker Forex STP Indonesia PT. Cerdas Indonesia Berjangka bekerja sama dengan pedagang yang memiliki hubungan langsung ke pasar finansial



Author: pintar forex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *